Sabtu, 31 Desember 2011

Cara Gampang Merencanakan Keuangan Anda

Prita Hapsari
Kesulitan menata keuangan pribadi? Sebetulnya, segala target keuangan masa depan bisa Anda capai asalkan ada upaya terarah untuk mewujudkannya. Berikut tips dari Prita Hapsari Ghozi, perencana keuangan dari PT Zapfindo Arzieta Perdana:
  • Bagilah gaji bulanan menjadi beberapa pos. Pastikan ada pos untuk tabungan dan investasi, di samping pos biaya hidup rutin, cicilan utang, dan gaya hidup
  • Buatlah alokasi yang sehat terhadap gaji bulanan Anda. Keluarkan 2,5% untuk kebajikan, minimal 5% untuk dana emergency dan 5% untuk bayar premi asuransi
  • Alokasi untuk konsumsi bulan ini- termasuk pengeluaran gaya hidup- sebaiknya tidak lebih dari 60% dari pendapatan. Paling tidak, 15% dari penghasilan dapat ditujukan untuk tabungan dan investasi
  • Bila Anda masih memiliki cicilan utang, porsinya usahakan tidak lebih dari 30%. Jika persentasinya lebih dari itu, ambil sebagian dari biaya hidup bulanan.
  • Gaji bulanan mesti bisa mencukupi semua kebutuhan Anda dalam satu bulan. Sedangkan, penghasilan tahunan dapat dipakai untuk memenuhi keperluan yang sifatnya tidak rutin, seperti biaya liburan, biaya perpanjangan STNK kendaraan dan lain-lain. (dikutip dari harian Republika, 31/12/11)

Jumat, 23 Desember 2011

"WINNERS NEVER QUIT, QUITTERS NEVER WIN"

Jiwaku,
Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya,
jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikannya.
Fokuslah sampai tujuan Anda tercapai.
Tidak ada orang yang gagal di dunia ini, yang ada hanyalah orang yang cepat menyerah.
Jika saja Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke-900, mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

Anda butuh gedheg bambu, kepang atau kerai? 
Hubungi kami di 081804217282, 
harga bisa nego, 
terima delivery order.
Menyediakan juga gendeng dan wuwung.

Rabu, 21 Desember 2011

Merencanakan Sedekah (2)


Sobat yang dirahmati Allah, akhirnya kami sepakat 10% kami rencanakan untuk sedekah, 10% untuk tabungan haji, sisanya saya serahkan istri untuk mengelolanya, faidza azamta fatawakal alaLLah.. kalau kamu sudah bertekad bulat maka serahkanlah kepada Allah, biar Allah yang mengaturnya, kita hanya merencanakan.
Pagi itu Allah menjawab kekhawatiran istri akan kekurangan rizkinya. Saya juga tidak menyangka pendapatan saya bulan ini ada tambahan. Saya pikir, ini baru rencana untuk sedekah, belum melakukannya, Allah sudah menjawabnya. Subhanallah..
Langsung saja saya ambil 20% dari gaji saya untuk keperluan tabungan dan sedekah, kemudian saya serahkan sisanya ke istri. “Lho katanya langsung dipotong untuk tabungan dan sedekah, pak?” Tanyanya. “Lha ini sudah dipotong untuk itu.” Jawab saya. “Alhamdulillah, bulan ini ada tambahan” Sambung saya. “Alhamdulillah” ucap istri.
Sobat yang dirahmati Allah, saya jadi ingat perkataan Allah dan Rasulullah, bahwa ketika kita berniat akan berbuat baik, kita sudah diberi pahala 1 atas niat kita, kemudian ketika niat kita wujudkan dengan berbuat baik, kita akan diberi pahala 10 x lipatnya. Coba kita simak firmannya dalam surat Al An’am 160
"Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya(dirugikan)."
Sedangkan ketika kita berbuat maksiat hanya dibalasi sepadan, bahkan ketika berniat jahat pun Allah belum mencatatnya atau mengganjarnya.
Jadi rencanakanlah hidup ini untuk sukses dunia dan akhirat, atau kita gagal mencapainya… Ingat impian hari ini adalah kenyataan esok hari.

Jumat, 09 Desember 2011

Merencanakan Sedekah (bagian 1)

Sobat yang dirahmati Allah, beberapa hari yang lalu, sebelum masuk bulan Desember, kami, saya dan istri berbincang-bincang, atau lebih tepatnya diskusi, tentang rencana atau resolusi di bulan Muharam ini.. Semangat hijrah membuat kami harus merencanakan dan mengevaluasi kondisi RT kami, terutama tentang keuangan.. Maklum pos pengeluaran kami itemnya banyak, mungkin kalau dijumlah ada 5 - 6 item.. Sedangkan pos pemasukan kami hanya dua item, yaitu penghasilan saya dan istri.. paling nggak pos pemasukan kami harus ada 3 item..
Tapi di tengah perbincangan, saya mengevaluasi mungkin banyak pengeluaran yang harus bisa ditekan, karena saya merasa tidak punya potensi untuk menambah pos pemasukan alias wiraswasta sampingan.. Saya yakin kebocoran pada keuangan kami dikarenakan tidak berkahnya keuangan kami, bahkan tabungan Haji saya sampai satu tahun ini tidak bisa ngisi.. Tidak berkahnya keuangan kami itu karena kami jarang merencanakan pengeluaran sedekah.. Menurut, artikel perencana keuangan yang selalu saya ikuti di satu majalah wanita Islam, pengeluaran sedekah dan tabungan harus di potong di depan ketika menerima gaji, sebanyak masing-masing 10 %.. Kenapa 10% ? saya juga belum tahu jawabannya, mungkin sobat sekalian ada yang tahu jawabannya.. Tapi dalam firman Allah di surat Al Baqoroh, ayat 261, sedekah atau infak kita di jalan Allah akan di balas 700x, seperti sebutir benih yang ditanam, kemudian menumbuhkan 7 bulir, dimana masing-masing bulir berisi 100 biji.. Ini adalah janji Allah.. bukan janji manusia, yang kadang-kadang manis dimuka, pahit dibelakangnya..
Sobat yang dirahmati Allah, balasan Allah itu tidak hanya berupa uang ansich.. mungkin Allah akan mengaruniakan kesehatan (yang mahal harganya itu), anak-anak yang sholih/sholihah dan mungkin bertambahnya relasi.. Saya contohkan, beberapa orang dari penghasilan gede, aset besar, tapi dia tidak pernah menikmatinya karena saking sibuknya, atau karena kesehatan yang menurun, ada juga rumah tangganya seperti neraka dunia, karena pasangannya selingkuh atau anak-anaknya kriminal.. Di akhir pembicaraan kami memutuskan untuk memotong 20% dari penghasilan kami untuk tabungan dan sedekah, walaupun istri setengah keberatan, karena memang menurut penghitungannya mana mungkin hidup satu bulan dengan sisa gaji yang sudah dipotong itu.. Tapi saya ingatkan dia lagi, bahwa Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, saya tambahkan lagi bahwa 10% sedekah itu adalah hak dhuafa, sedangkan 10% tabungan ini hak kita, sedangkan 80% sisanya memang kewajiban kita pada ortu dan anak. Saya yakinkan lagi dengan kisah-kisah nyata tentang keajaiban sedekah itu, bahkan kisah itu dia alami sendiri sebenarnya (mungkin di tulisan lain, insya Allah akan saya ceritakan kisah itu).
Lalu, kenapa sih dipotong di depan? Karena kalau disisakan di belakang, bakalan habis tidak bersisa, bahkan mungkin malah bisa minus keuangan kita, karena tidak ada perencanaan.. Kata pakar, siapa yang gagal merencanakan, maka dia akan merencanakan kegagalan.. Yang penting disiplin saja, kalau sudah ada rencana, kemudian kita disiplin mengikuti rencana itu, kemudian tawakal pada Allah.. Disiplin itu pahit memang, akan tetapi sebenarnya malah menyehatkan kita, kayak jamu gitu..